Maafkan

Saturday, September 13, 2014

Kita nggak bisa ngerobah masa lalu, kita nggak bisa ngerobah dari mana kita berasal, kita nggak bisa ngerobah waktu yang sudah lewat. Itu hak Prerogatif tuhan. Dan tuhan pun aku rasa nggak bakal mao ngasih kesempatan untuk merubah masa lalu yang sudah lewat.
Tapi tuhan juga maha pengasih lagi maha penyayang dan maha pemaaf. Tuhan mau menerima pertaubatan kita dan memberikan kesempatan kita untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik, yang mana kesempatan juga untuk mengarahkan masa depan kita.
Aku rasa seperti itu…


Ya iya sih, manusia nggak sepemaaf tuhan. Nggak mungkin lah.
Tapi… kita, manusia diberikan hati yang pemaaf. Maka maafkanlah masa lalu seseorang ketika ia memang sangat berniat untuk maju sebagai personal yang berniat mulia.
Maka pemaaf itu sendiri adalah perilaku yang mulia juga.

Kita semua paham bahwa Kepercayaan adalah diraih dan diusahakan, bukan begitu saja didapatkan.
Kepercayaan adalah hal yang mahal, yang berat sekali untuk didapatkan kembali ketika telah runtuh.
Seperti sebatang kayu yang sudah dipaku, lalu dicabut. Kayunya sudah terlanjur bolong.
Atau seperti gelas kaca yang dibanting. Pecah. Apa kalo kita minta maaf sama gelas itu, lalu gelas itu bakal kembali seperti semula? Nggak sih…


Sama seperti hati. Ketika dikecewakan maka berat rasanya untuk mempercayai kembali.
Tapi, maha besar Tuhan semesta alam, kita diciptakan dengan hati yang luar biasa, yang mampu memaafkan. Yang diberikan secuil dari sifat mulia-nya, sifat pemaaf.
Maka mohon maafkanlah.

Karena kadang kata maaf mudah diucapkan. Ringan saja terucap, “Sori yo bro” ; “Maafin aku ya, sayang” ; termasuk “Mohon maaf lahir batin”. Iya kan? Pasti lah kita pernah dapet seucap kata maaf yang ala kadarnya!
Tapi apa kita bersedia memaafkan?

Kadang maaf juga berat dan serasa ingin merobek hati untuk berucap maaf. Terutama ketika kita sungguh-sungguh ingin mendapatkan ampunan.
“The Unspoken apology”. A regretful acknowledgment of an offense or failure and mistakes.
The unspoken apology ini adalah perasaan yang menyeret penyesalan semakin dalam setiap waktunya. Sampai seseorang ini mampu memahami dan memaafkan dirinya sendiri.
Karena terkadang memaafkan diri sendiri pun adalah sesuatu yang amat sulit.


Minta maaf itu seringkali gampang, ngomong memaafkan pun biasanya gampang. Tapi benar-benar memaafkan itu yang sulit. Butuh waktu.

Ahmad Dhani pernah menciptakan sebuah lagu yang liriknya sangat kuat, Cintailah Cinta, dari album ke-6, Cintailah Cinta, rilis tahun 2002.

Tuhan anugerahi sebuah cinta kepada manusia untuk dapat saling menyayangi.
Bila kebencian meracunimu takkan ada jalan keluar.
Damai hanya jadi impian.
Kita takkan bisa berlari dari kenyataan bahwa kita manusia.
Tempatnya salah dan lupa.
Jika masih ada cinta di hatimu maka maafkanlah segala kesalahan.
Cintailah cinta.
Bila kamu bisa 'tuk memaafkan atas kesalahan manusia yang mungkin tak bisa dimaafkan.
Tentu Tuhan pun akan memaafkan atas dosa yang pernah tercipta.
Yang mungkin tak bisa diampuni.

Dan…
Apa kita orang yang pemaaf?
mampu dan bersedia memaafkan dengan tulus?

Insya Allah.

Amin.










Silahkan mencoba baca sedikit post lainnya

0 comments