It's like love for the first time

Wednesday, October 15, 2014

Bagian terberat dari Move on adalah tetap melangkah maju.
Memaksa diri untuk tetap selalu melanjutkan apa yang tersisa dari kehidupan yang lama, disaat kita masih enggan bergeming. Disaat kita masih ingin menikmati sakit dari pikiran dan jiwa yang tersobek.

Aku ingat pernah membaca bahwa cara terbaik untuk terselamatkan dari patah hati adalah bertemu dengan orang yang patah hati juga.
Sekali, memang seperti itu adanya. Tapi kali ini serpihan ini malah menjadi-jadi.

Cinta tak pernah bersyarat. Tapi hubungannya lah yang selalu bersyarat.
Selalu ada tapi. Selalu ada asalkan.
Tak pernah ada hubungan yang bersedia tanpa syarat.

Ketika hubungan berakhir, entah itu bermakna ataupun hanya bermaksud, pada akhirnya akan tertumpah air mata. Atau hanya secuil penyesalan.

Sebagian orang dengan mudahnya memberikan pikiran, rindu, dan jiwanya. Bahkan tubuhnya.
Sebagian lagi sangat sulit mencinta. Dan ketika akhirnya terjadi, maka benar apa yang mereka yang leluhur terdahulu wejangkan... "Dunia seringkali tidak berjalan seperti apa yang kita inginkan."

Lalu tertanyakan oleh kita, mengapa ini tidak bisa menjadi cinta?
Bahwa semua yang dibutuhkan sudah saling terpenuhi.
Rasa sudah bersambut. Ego sudah terbunuh. Rindu sudah terucap. Dan pengorbanan sudah terikhlaskan.

Cinta tak bisa terhapuskan. Mungkin hanya bisa terkikis hingga jiwa dan hati kembali terbungkus rapih siap untuk diberikan kembali.

Seringkali kita mempertanyakan, apa yang terjadi pada zaman. Why good women gave her loyalty to a bad guy?
I can't be a bad guy. It's not in my blood. I'm a bastard, not an asshole. And I don't want to be.

I can't stand gazing on the woman I love expose her intimacy to the public. It's tore my heart every time.

I love myself. I won't hurt my heart anymore for witnessing her legacy enjoyed just for a lust pleasure. Even though it is only virtually.

I want a respectful women.

Cinta adalah pertaruhan untuk menjadi lembut dan romantis untuk saling menikmati rasa, dan menjadi tegas demi kebaikan yang dicinta.

Seperti sebuah tega seorang ayah pada anak gadisnya. Mendoktrin gadisnya untuk menahan diri dari segala rasa dan nafsu. Mewanti anak gadisnya untuk merela pada yang tercinta pun baik dan benar.

Apa yang terjadi pada dunia?
Apa yang salah pada cinta?

Kita menghirup udara yang sama.
Kita berteduh di bawah langit yang sama.
Kita terpesona pada bulan yang sama.

Mungkin jika kita mulai melihat pada arah yang sama, daripada mencari-cari apa yang berbeda, mungkin percaya dan kebersediaan akan ada.

Silahkan mencoba baca sedikit post lainnya

0 comments